Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 12, 2015

Cara Mengobati Sakit Gigi Pada Anak Usia 2, 3, dan 4 Tahun

Cara mengobati sakit gigi pada anak usia 2, 3, dan 4 tahun. Gigi adalah salah satu bagian penting dalam tubuh manusia, tanpa gigi mugkin kita tidak bisa makan dengan sempurna. Karena dengan menggunakan gigi kita bisa mengunyah makanan sampai lembut sehingga kita bisa menelan makanan dengan mudah. Gigi harus mendapat perawatan setiap hari, dengan cara menyikat gigi. Karena dengan menyikat gigi kita bisa membersihkan gigi dari sisa makanan yang mungkin saja bisa menyebabkan sakit gigi.

Berbicara mengenai anak-anak sering kali mereka mengalami sakit gigi, hal ini dikarenakan mereka sering mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat yang susah dihilangkan dengan sikat gigi, bahkan mereka juga susah untuk diajak sikat gigi sehingga membuat mereka rentan terkena sakit gigi. Jika mereka sudah mengalami sakit gigi apa yang bisa dilakukan? Pastinya kita sebagai orang tua akan berusaha mengobati sakit gigi yang dialami oleh anak kita.

Tips cara mengobati sakit gigi pada anak balita usia 2, 3, dan 4 tahun secara alami
Image by. smiles4kids.com


Sebelum membahas mengenai cara mengobati sakit gigi pada anak-anak, terlebih dahulu kita akan membahas mengenai penyebab dan beberapa hal yang masih berkaitan dengan sakit gigi.

Penyebab Sakit Gigi

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab sakit gigi.

  1. Akibat konsumsi obat yang dikonsumsi ibu sewaktu hamil.
  2. Anak mengalami kekurangan nutrisi akibat tidak mendapat asupan makanan sewaktu ia masih dalam kandungan.
  3. Akibat rusaknya email gigi anak yang mungkin disebabkan karena makanan yang tidak sehat.
  4. Disebabkan karena laktulosa dari susu yang diberikan kepada anak sewaktu mereka balita sehingga menyebabkan pengikisan pada gigi. Itu mengapa susu pengganti ASI kurang baik untuk bayi.
  5. Tidak menyikat gigi sebelum tidur.
  6. Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan gula tinggi serta jarang menyikat gigi.
  7. Kurangnya perhatian dari orang tua mengenai pentingnya sikat gigi agar terhindar dari sakit gigi.


Ada 7 faktor penyebab anak-anak mengalami sakit gigi. Biasanya sakit gigi dikarenakan gigi yang berlubang dimana email gigi telah rusak, atau bisa juga karena anak-anak yang suka makan makanan yang manis dan jarang sikat gigi setelah makan makanan yang manis dan makanan tersebut meninggalkan plak di gigi, bila tidak dibersihkan bisa menempel di gigi dan bisa menjadi makanan untuk kuman di gigi. Parahnya lagi bila si anak jarang menyikat gigi mereka maka yang akan terjadi adalah gigi si anak berwarna kuning dan berlubang sehingga anak sering mengalami saki pada gigi.
Lalu bagaimana cara mengobati sakit gigi pada anak-anak? Berikut adalah tips yang dapat Anda coba untuk mengobati sakit gigi pada anak-anak.


Cara Mengobati Sakit Gigi Pada Anak Balita

Image by. dentmir.ru

Cara Mengobati Sakit Gigi Pada Anak Usia 2 Tahun

Bila anak Anda sakit gigi disaat usia mereka 2 tahun, yang bisa Anda lakukan adalah denga memeriksakan anak Anda ke dokter sepsialis gigi, sehingga dokter akan melakukan tindakan yang tepat yang bisa membuat anak Anda sembuh. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit atau bisa juga mencabut gigi anak apabila dirasa gigi berlubang tersebut sudah parah.

Cara Mengobati Sakit Gigi Pada Anak Usia 3 Tahun

Pencabutan gigi menjadi solusi kesekian yang bisa Anda lakukan untuk anak Anda yang masih balita. Pencabutan gigi harus dilakukan oleh dokter spesialis, karena bila tidak efek yang diterima bisa menyebabkan kebutaan pada anak Anda. Karena saraf gigi berkaitan erat dengan saraf mata dan saraf lainnya. Anda bisa menanyakan pada dokter bagaimana langkah yang tepat untuk mengatasi sakit gigi pada anak usia 3 tahun.

Cara Mengobati Sakit Gigi Pada Anak Usia 4 Tahun

Bila anak sudah mencapai usia 4 tahun, Anda sudah bisa melakukan perawatan alami yag bisa menyembuhkan anak dari sakit gigi, kebanyakan orang menggunakan cara tradisional untuk mengambil kuman di gigi. Kuman di gigi inilah yang menyebabkan anak Anda mengalami rasa sakit luar biasa. Perawatan yang bisa dilakukan untuk anak usia 4 tahun adalah dengan membawa anak Anda ke dokter gigi. 

Sehingga anak Anda mendapat penanganan yang tepat. Karena jalan satu-satunya yang aman untuk mengobati sakit gigi bagi anak yang masih berada diusia 10 tahun kebawah adalah dengan perawatan medis. Dikhawatirkan bila menggunakan cara tradisional mereka akan merasakan sakit atau bahkan tidak suka dengan ramuan yang telah dibuat.


Tips Mencegah Sakit Gigi

Selain mengetahui penyebab dan cara mengobati sakit gigi untuk anak-anak, sekarang akan kami bagikan informasi mengenai tips merawat gigi yang baik dan benar untuk anak-anak. Simak penjelasannya dibawah ini.

  1. Yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah motivasi anak Anda agar mereka rajjin menyikat gigi. Berikan pengetahuan apa yang terjadi bila anak Anda tidak rajin sikat gigi dan apa yang diperoleh bila merek rajin menyikat gigi.
  2. Setelah itu ajak dan temani anak Anda untuk menyikat gigi. Bila anak Anda masih berusia 2 atau 3 tahun, Anda bisa membantu mereka untuk menggosok gigi. Setelah itu ajari anak Anda untuk mandiri saat menyikat gigi.
  3. Dan pastikan untuk rutin memeriksakan diri 6 bulan sekali. Setidaknya dokter bisa mengontrol kesehatan gigi anak Anda, bila ada masalah dengan gigi anak Anda, maka akan bisa segera dilakukan penanganan yang tepat.
  4. Ajarkan anak Anda untuk berkumur setelah mengonsumsi makanan yang manis. Cara sederhana ini bisa membuang sisa makanan yang masih menempel di gigi sehingga tidak menyebabkan sakit gigi.
  5. Ajaklah anak Anda untuk menggosok gigi setelah makan makanan yang manis, dengan begitu gigi anak Anda tetap sehat tanpa ada kuman dan plak di gigi.
  6. Biasakan anak Anda untuk mengonsumsi buah yang banyak mengandung serat, karena serat ini bisa membantu gigi untuk menghilangkan sisa makanan yang masih menempel di gigi dan tidak terlihat oleh kita. Namun bila anak Anda makan buah, usahakan sekitar 15 menit setelah mereka makan nasi.


Demikian adalah cara untuk merawat gigi anak agar tetap sehat. Dengan melakukan beberapa kegiatan diatas, diharapkan anak Anda akan terbebas dari sakit gigi. Gigi yang bersih tentu saja bisa membuat anak Anda nyaman saat makan dan tidak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari.

Anak-anak memang susah bila diajak untuk menyikat gigi, hal ini dikarenakan mereka belum tahu manfaat menyikat gigi setiap hari. Namun sebagai orang tua kita harus bisa membuat mereka sadar bahwa sikat gigi merupakan kebiasaan baik yang mencerminkan kerpibadian dan kesehatan kita.

Jadi sekarang apa yang harus Anda lakukan bila Anda menemukan anak Anda sakit gigi ? Ajari mereka untuk menyikat gigi yang baik dan benar, sehingga anak Anda  terbiasa menyikat gigi dari ujung gigi, atas bawah, semua bagian gigi bisa dibersihkan. Hal kecil seperti inilah yang bisa membuat anak Anda justru lebih sehat dibandingkan harus melakukan perawatan mahal, intinya sederhana, sikat gigi yang rajin dan menggosok gigi setelah mereka makan makanan yang manis.


Selasa, Juni 17, 2014

Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi

Tips menghilangkan cegukan pada bayi

Pada beberapa waktu yang lalu saya sudah menyinggung sedikit tentang cegukan pada bayi. Silahkan jika anda belum paham atau masih penasaran dengan cegukan, anda bisa membacanya terlebih dahulu. Nah, pada kesempatan kali ini saya juga akan membahas tentang cegukan, tepatnya cara menghilangkan cegukan pada bayi dan anak. 



Cegukan ini memang bisa terjadi pada siapa saja, tidak mengenal usia. Bahkan bayi yang masih didalam kandunganpun dapat mengalami cegukan ini. cegukan bayi yang masih didalam akan menyebabkan perut sang ibu merasa seperti saat bayi menendang – nendang. Cegukan pada bayi merupakan hal yang wajar saja, namun jika dibiarkan tentu akan membuat bayi dan orang tua merasa tidak nyaman. Diperkirakan penyebab dari bayi yang cegukan ini adalah belum matangnya saraf yang mengatur diafragma si bayi. 

Penyebab Cegukan Pada Bayi

Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi dan anak
Mengapa bayi sering cegukan?

Sejalan dengan usia bayi yang semakin tumbuh besar, biasanya anak tersebut akan semakin jarang mengalami cegukan. Lantas apa penyebab lain dari cegukan bayi ini? Berikut adalah hal – hal yang mungkin dapat menyebabkan bayi dan anak cegukan :

  • Kadar oksigen yang terlalu rendah.
  • Makan makanan yang pedas.
  • Minum minuman yang terlalu dingin.
  • Stress.

Terjadinya saraf pada frenikus.


Saraf frenikus adalah saraf motorik yang menuju diafragma. Fungsi dari saraf ini adalah untuk membantu pengendalian pernafasan seseorang.
  • Pernah atau sedang menjalani kemotrapi.
  • Kekenyangan.
  • Setelah menangis atau batuk (biasanya terjadi pada bayi usia kurang dari 1 tahun)

Orang tua memang selalu khawatir jika bayi atau anaknya cegukan. Mereka selalu panik dan mencari cara bagaimana cara menghilangkan cegukan tersebut. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menghilangkan cegukan pada bayi.
  • Membuat bayi rileks. 
  • Memberikan air minum yang hangat.
  • Mengubah posisi saat memberikan ASI pada bayi (menyususi)

Pada saat anda menyusui bayi anda, mungkin posisi anda menyebabkan bayi anda menelan udara yang terlalu banyak. Hal ini dapat menyebabkan bayi anda cegukan. Maka dari itu, penting juga untuk mengubah posisi anda menyusui agar bayi anda tidak telalu banyak menelan udara melalui mulutnya.
  • Mengajak bayi bersendawa
  • Mengajak bayi bersendawa mampu membantu mengeluarkan udara yang terdapat diperutnya. Selain itu, bersendawa juga mampu melepaskan kejang pada otot diafragma bayi anda.
  • Pijat bagian belakang bayi dengan lembut
  • Cara ini merupakan kelanjutan dari membuat bayi rileks. Dengan menggosok bagian belakang bayi, tentu bayi akan semakin rileks dan perlahan – lahan cegukanpun hilang.
  • Atur jam makan bayi secara teratur
  • Cegukan mungkin juga disebabkan karena anda telat memberi makan bayi anda. Sehingga perut bayi anda kan terpenuhi dengan gas atau udara. Hal ini dapat menyebabkan bayi anda cegukan. 
Jika bayi anda sudah sembuh dari cegukannya. Ada baiknya jika anda melakukan hal – hal berikut ini untuk mencegah bayi anda cegukan kembali. Berikut cara untuk mencegah cegukan pada bayi : 

  • Tidak mengajarkan bayi makan atau minum terlalu cepat.
  • Berikanlah satu sampai dua sendok teh setelah bayi anda menyusu.
  • Ajak bayi anda bersendawa sesudah minum susu, tapi jangan sesaat setelah bayi minum susu, beri sedikit waktu jeda.
  • Menghindari hal – hal yang menyebabkan cegukan seperti yang sudah saya jelaskan diatas.

Nah, itulah cara mengatasi cegukan pada bayi yang dapat anda coba. Mungkin jika anda mempunyai cara lain untuk menghilangkan cegukan pada bayi ini anda dapat menuliskannya pada kolom komentar dibawah ini. sekian dari saya, semoga ini bermanfaat bagi anda.


Baca juga artikel menarik lainnya!


Referansi :
www.parenting.co.id/article/mobArticleDetail.aspx?mc=001&smc=002&ar=162
www.webwanita.blogspot.com/2012/11/bayi-cegukan-penyebab-dan-cara.html 
www.idai.or.id/public-articles/seputar-kesehatan-anak/cegukan-pada-bayi-dan-anak.html 
www.merdeka.com/sehat/5-carauh-atasi-cegukan-bayi.html 

Senin, Juni 16, 2014

Cegukan Pada Bayi, Berbahayakah? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Cegukan Pada Bayi

Untuk seorang ibu, khususnya yang baru pertama kali mempunyai bayi, mungkin anda akan merasa khawatir saat melihat bayi anda cegukan. Sebenarnya apa sih cegukan itu? apa itu penyebabnya? bahaya atau tidak bagi bayi kita? untuk mengetahui jawabannya, silahkan baca artikel ini sampai selesai. Karena pada artikel ini saya akan menjelaskan tentang cegukan pada bayi.



Apa Penyebab Cegukan Pada Bayi?

Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi
Tips Mengatasi Cegukan Pada Bayi

Gangguan yang satu ini juga kerap bikin cemas para ibu. Padahal, “Cegukan pada bayi bukan merupakan tanda penyakit tertentu,” ujar Dr. Najib Advani, Sp.A, MMed. Paed. dari Bagian Kesehatan Anak FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo. Menurut Dr. Najib, cegukan pada bayi bisa terjadi karena adanya kontraksi pada sekat rongga badan yang memisahkan rongga dada dan rongga perut (diafragma).

Cegukan pada bayi bukanlah sesuatu yang berbahaya, berbeda halnya dengan cegukan pada orang dewasa, karena bisa jadi itu adalah gejala dari suatu penyakit.

Biasanya cegukan pada bayi akan hilang dengan sendirinya dan tak berbahaya bagi si bayi itu. jika bayi mengalami cegukan, kita bisa memberinya air hangat. Berbeda lagi jika bayinya sudah agak besar, berikan gula pasir tanpa dicairkan sebanyak satu sendok teh. Namun jika cegukan pada bayi masih berlanjutnya dalam taraf yang tidak normal, segera bawa ke dokter, anjur Dr. Najib. Walaupun tidak berbahaya, jika cegukan pada bayi berlangsung lama, dapat mengganggu bayi itu sendiri, misalnya bayi jadi rewel hingga tidak mau makan kan bahaya bisa menyebabkan bayi itu sakit. Untuk itu bawalah ke dokter, untuk mengetahui bagaimana solusinya. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengurangi kontrasi, agar cegukan dapat berhenti.

Bagaimana Cara Menghilangkan Cegukan Pada Bayi?

seperti yang sudah dikatakan diatas, ibu tidak perlu panik saat bayi anda mengalami cegukan, karena cegukan pada bayi bukanlah merupakan sesuatu yang berbahaya. Ibu dapat melakukan hal-hal berikut ini untuk mengobati cegukan pada bayi :

1. Jika bayi cegukan saat menyusui
jika bayi mengalami cegukan saat menyusu, anda dapat merubah posisi menyusui. Kemudian terus susui hingga cegukannya benar-benar hilang.

2. Perhatikan bayi anda
Coba perhatikan bayi anda, apakah bayi anda menyusu ia dalam keadaan tenang atau terlalu bersemangat, hingga akhirnya udara masuk ke diafragma.

3. Perhatikan posisi menyusui 
Bayi cegukan bisa terjadi karena posisi menyusui yang kurang tepat/ kurang nyaman bagi bayi. Posisi menyusui yang benar adalah puting dan areola masuk ke mulut bayi, bayi berada dalam garis lurus dengan lengan bayi, serta perut bayi  berhadapan dengan perut ibu. 

4. Sandarkan Bayi
bayi anda masih belum berhenti cegukan? Sandarkan bayi tegak menghadap Anda dengan kepala di bahu Anda, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut, seperti ketika Anda menyendawakannya. Tindakan ini bisa mendorong udara ke atas dan menghentikan cegukan. Lakukan hingga cegukan benar-benar berhenti setelah itu, susui dia kembali.  

5. Cek Jenis Botol Dot
Apakah bayi anda minum dari botol dot? Bila bayi minum dari botol, perhatikan apakah botolnya memiliki regulator dan lubang pada dot bayi. Pilihlah botol dengan lubang dot yang lebih kecil agar bayi bisa mengatur ritme menyedot susu sehingga tidak cegukan.

6. Berikan makanan pendamping asi secara perlahan
Jika bayi anda sudah mendapat makanan pendamping ASI, berikan makanan dalam jumlah sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan. agar tidak tersendat.

Nah itulah sedikit informasi tentang cegukan pada bayi yang mudah-mudahan dapat memberikan wawasan dan manfaat bagi kita semua, khususnya untuk ibu-ibu yang baru pertamakalinya memiliki seorang bayi dalam menangani masalah pada bari, seperti bayi yang sering cegukan.

Baca juga beberapa artikel keren dibawah ini :

sumber :
http://id.theasianparent.com/cegukan-pada-bayi/
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/tips/tips.mengusir.cegukan.pada.bayi/001/005/782/1/1

Rabu, September 18, 2013

Kesehatan Anak : 8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak

Kesehatan Anak : 8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak- Kesehatan anak wajib diperhatikan. Sebagai orangtua kita harus bisa memperhatikan pola hidup mereka. Karena anak-anak memang tidak bisa terhindar dari yang namanya penyakit. Penyakit bisa datang kapan dan dimanapun. Penyebab sakit pada anak pun bisa bermacam-macam, bisa disebabkan oleh virus dan bisa juga disebabkan oleh bakteri. Nah, untuk anda khususnya para orangtua wajib mengetahui macam-macam penyakit yang umum terjadi pada anak. Apa sajakah itu? yuk kita cari jawabannya dalam penjelasan berikut ini :

Kesehatan Anak : 8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak
Kesehatan Anak : 8 Penyakit Yang Biasa Terjadi Pada Anak


Menurut artikel yang saya baca di familytime.co.uk, ada beberapa jenis penyakit umum yang biasa terjadi pada anak diantaranya yaitu :

1. Radang Amandel
Penyakit yang pertama adalah Radang Amandel. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus atau bakteri, tetapi sebagian besar penyebabnya adalah karena virus. Tanda-tanda penyakit ini yaitu ditandai oleh adanya pembengkakan pada amandel

2. Demam
Penyakit umum yang biasa terjadi pada anak selanjutnya yaitu demam. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Virus ini adalah virus yang memicu gejala penyakit ringan seperti sakit tenggorokan, kedinginan, dan kemerahan pada pipi anak.

3. Batuk
Penyakit yang ketiga yaitu Batuk. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang terhirup masuk ke dalam saluran pernafasan. Batuk ini biasanya diawali dengan sakit flu terlebih dahulu, kemudian berkembang dan menjadi sakit batuk yang parah.

4. Cacar Air
Cacar air merupakan penyakit menular dan dapat menyebabkan penyakit demam, sakit kepala, gatal-gatal dan benjolan berisi cairan. Cacar air ini disebabkan oleh virus. Maka dari itu jika ada salah satu temannya mengalami cacar air cobalah untuk jauhkan anak dari temannya, hal ini dilakukan untuk pencegahan agar penyakit cacar air tersebut tidak menulari anak kita.

5. Gatal-gatal
Gatal-gatal pada anak biasanya disebabkan oleh bakteri atau kringat. Penyakitgatal tersebut biasanya terjadi pada tangan, kaki dan mulut si anak. Selain merasa gatal anak-anak akan merasa tidak enak badan.

6. Demam Berdarah
Penyakit demam berdarah disebabkan oleh nyamuk aides aygepty yang membawa bakteri penyebab demam berdarah. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, wajah anak yang memerah, sakit pada tanggorokan, dan terdapat bintik-bintik merah pada kulit anak.

7. Flu
Flu merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut menginfeksi telinga, hidung, tenggorokan dan sinus. Akibatnya anak yang menderita flu biasanya akan mengalami sakit pada tenggorokan, pilek, batuk, sakit kepala, suhu badan tinggi, dan sakit persendian anak. 

8. Panas Dalam
Panas dalam bisa disebabkan oleh keadaan cuaca dan bisa juga disebabkan oleh makanan, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas dsb. Saat panas dalam biasanya bibir pecah-pecah, terasa sakit dan terdapat benjolan di bibir dan tenggorokan.

Nah, itulah yang dapat saya sampaikan mengenai penyakit umum yang terjadi pada anak. Jika anda ingin tahu bagaimana langkah pencegahan dan bagaimana cara mengobatinya, jangan lupa untuk selalu mengunjungi blog ini. Atau bila perlu, anda juga bisa berlangganan artikel via email. Jadi anda tidak akan ketinggalan info. :)


Bagaimana komentar anda mengenai artikel 8 Penyakit Umum Yang Terjadi Pada Anak ini? apakah anda mempunyai pendapat lain? atau ada yang ingin ditambahkan? Silahkan berikan komentar anda! :)